Romantika Komputer Jadul

September 16, 2008 pukul 7:06 am | Ditulis dalam berita, Uncategorized | Tinggalkan komentar

Sebenarnya sih nggak jadul banget, kurang lebih rentang jamannya beberapa tahun sebelum ada Windows yang tinggal ceklak-ceklik itu. Masanya belum mengenal CD ROM, USB dan flash disk. Hard disk masih jarang, dan belum dengar internet. Yang namanya perubahan teknologi cepat sekali, kadang kita nggak menyadarinya.

Nah, kalau sekarang kita nostalgia sedikit, hal yang dulunya biasa jadi kedengaran lucu. Baiklah teman-teman, silakan press any key to start:

1. Ada yang suara mesin komputernya kencang betul ngalahin bunyi pompa air.

2. Beberapa punya tombol Turbo di depan casing. Kata orang kalau pun sudah ditekan dan kecepatan komputer tidak juga bertambah, maka itu berarti komputernya benar-benar …. TURunan-keBO.

3. Casingnya berat banget, susah digondol maling.

4. Sering kesetrum. Casingnya kesenggol aja bisa nyetrum, apalagi kalau ada yang towel-towel. Waktu mau nyalain saklar ON yang kadang ada di belakang casing, juga bisa kesetrum. Lha wong masukin disket saja kadang nyetrum kok. Makanya dulu kalau mau berkomputer nggak berani nyeker.

5. Rutin membersihkan bola mouse, bila perlu dicemplungkan ke air hangat. Maklum jaman itu mouse-nya banyak yang pakai gelindingan jadi cepat kotor, apalagi kalau malas beli mousepad.

6. Pemilik komputer bangga banget ada display bertuliskan *** MHz di depan casing, “Tuh komputer gue lebih cepat kan?”

7. (suasana di tempat kursus) “Mari kita lanjutkan dengan memasukkan disket program WS ke drive A, dan disket data ke drive B.” (catatan: WS di sini tidak memiliki hubungan kerabat dengan Wiro Sableng).

8. Yang punya printer dot matrix, perlu pertimbangkan bila ingin ngeprint di tengah malam.

9. Me-refill pita printer ke tempat refill pita mesin ketik, biar ngirit daripada beli baru. Asal belum sampai mbrodol saja pitanya.

10. “Sorry disket HD-mu nggak kebaca di sini. Drive-ku cuma bisa baca DD.”

11. (lebih parah dari no 10) “Sorry di tempatku nggak ada drive yang tiga setengah. Adanya yang gede semua.”

12. Mengkoleksi bekas disket error buat dipakai pajangan.

13. (di tempat kursus) “Lho, mengapa disketnya kamu masukkan terbalik begitu?” “Kan tadi Bapak bilang, kalau disketnya double-side. Nah, saya mau lihat isi side satunya…”

14. (sudah satu jam menginstall program yang terdiri dari 10 disket ke hard disk) “Insert disk #10…..press Return to continue ….” “Ah… sebentar lagi selesai” (setelah memasukkan disket terakhir) “Astaga disketnya error nggak bisa kebaca …ampun …”

15. Mengumpulkan silica-gel untuk dimasukkan ke tempat disket supaya tetap kering.

16. Mati-matian berusaha menyelamatkan data di disket yang sudah njamur, sampai suara drive-nya kriyuk-kriyuk tanda nelangsa dipaksa baca (plus dipelototi penjaga rental). Makanya bikin salinannya.

17. Berkeringat dingin karena floppy disk nyangkut di drive nggak bisa dikeluarin, takut ketahuan penjaga rental.

18. Setelah menyalakan komputer, menunggu dengan sabar hitungan di layar (maklum komputernya masih belajar berhitung) akhirnya .. lampu merah itu berkedip juga, ups … kelupaan masukin disket booting.

19. “Tolong disketku diformat terus dikasih system sekalian ya?”
20. “Sudah dibilang jangan menulisi label setelah ditempel ke disket. Tuh, jadi error kan?”
21. Rajin menempelkan stiker write protect, supaya disketnya nggak ketularan virus.

22. Yang punya hard disk, tidak lupa memarkir hard disk pada tempatnya sebelum komputer disemayamkan. Maklum kalau salah posisi tidur bisa keseleo.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: